REKOMENDASI KHUSUS BEASISWA UNTUK YATIM PIATU KORBAN COVID-19

  • Admin Dinsos Paser
  • 27 October 2021
  • 54 Views
REKOMENDASI KHUSUS BEASISWA UNTUK YATIM PIATU KORBAN COVID-19
foto : Wagub Hadi Mulyadi bersama Ustaz Das'ad Latif pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Doa Bersama di Taman Pemakaman Raudhatul Jannah Serayu Tanah Merah.

KALTIMPROV.GO.ID, SAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur  terus memberikan perhatian bagi anak-anak yatim piatu dampak Covid-19 agar dapat terus menempuh pendidikan.

Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi menegaskan Beasiswa Kalimantan Timur Tuntas (BKT) juga secara khusus diberikan bagi anak-anak yang orang tuanya meninggal dunia karena Covid-19.

"Bagi anak-anak yatim piatu korban Covid-19 yang mengajukan beasiswa, 

silakan daftar, nanti diberikan rekomendasi khusus," kata Wagub Hadi Mulyadi saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Doa Bersama di Taman Pemakaman Raudhatul Jannah Serayu Tanah Merah, Samarinda, Ahad (24/10/2021).

Menurut mantan legislator Karang Paci dan Senayan ini, Pemprov Kaltim telah berkomitmen dan tidak mengabaikan nasib anak-anak yang bapak ibunya meninggal karena Covid-19.

Dimana selain beasiswa, Pemprov juga memberikan bantuan kepedulian bagi ahli waris dan anak-anak yatim maupun yatim piatu yang orang tuanya meninggal terpapar virus corona selama pandemi Covid-19.

"Alhamdulillah, Pemprov Kaltim khusus yang orang tuanya meninggal karena Covid, satu anak diberikan santunan Rp 2 juta," lanjutnya.

Bantuan telah diberikan ke sejumlah daerah  beberapa waktu lalu, namun tidak menutup kemungkinan bagi anak-anak lainnya yang belum terdata.

"Silakan lapor yang belum dapat santunan. Siapa tahu masih ada yang tertinggal dan belum dapat bantuan. Ya, silakan lapor ke Dinas Sosial setempat," pinta suami Hj Erni Makmur ini.

Selain itu, Pemprov Kaltim mengambil kebijakan memberi bantuan bagi ahli waris, yang pernah dijanjikan Kementerian Sosial sebesar Rp 15 juta, namun tiba-tiba dibatalkan Menteri Sosial.

"Awalnya Dinas Sosial mengajukan Rp 2,5 juta sebab ketiadaan anggaran. Saya minta Rp 5 juta. Dan ternyata Pak Gubernur memutuskan Rp 10 juta," ungkap orang nomor dua Benua Etam ini, seraya meminta ahli waris melapor ke Dinas Sosial kabupaten dan kota setempat.(yans/sdn/sul/adv)

Related Posts

Comments (0)

There are no comments yet

Leave a Comment